I. SEJARAH MASUKNYA BUDAYA ASING KE KOTA JAKARTA
Seperti yang kita tahu bahwa Jakarta (kotaku) adalah kota metropolitan yang dahulunya disebut sebagai kota Batavia di bawah pemerintahan Jenderal Belanda J.P Coen. Ya, Jakarta, pada zaman kuno terletak pada jalur perdagangan antara dua pusat perdagangan kuno, yaitu India dan Cina. Letaknya dalam jalur perdagangan internasional ini memberikan pengaruh yang sangat besar pada perkembangan sejarah kuno Jakarta. Kehadiran orang Cina dan pedagang asing lain di kepulauan Batavia, sekarang berubah nama menjadi Jakarta memberikan pengaruh yang sangat besar pada perkembangan di berbagai bidang di wilayah kota yang sekarang menjadi kota metropolitan yang sarat penduduk serta budaya asing yang berkembang pesat baik dari segi fashion, makanan, sampai custom penduduk Jakarta pun terbawa oleh arus globalisasi. Dari pengaruh tersebut, ada yang membawa dampak positif maupun negatif untuk mindset dan etos kerja para penduduk Indonesia, terutama Jakarta.
Mengapa hal ini bisa terjadi? Hal itu terjadi melalui proses akulturasi kebudayaan, yaitu proses percampuran antara unsur kebudayaan yang satu dengan kebudayaan yang lain sehingga terbentuk kebudayaan yang baru tanpa menghilangkan sama sekali masing-masing ciri khas dari kebudayaan lama. Namun satu sama lain dari masing-masing budaya tersebut saling mempengaruhi satu sama lain. Sehingga salah satu dari budaya tersebut akan bersaing untuk lebih mempengaruhi budaya yang lainnya.
II. DAMPAK MASUKNYA BUDAYA ASING DI JAKARTA
Masuknya budaya asing ke Jakarta disebabkan salah satunya karena adanya krisis globalisasi yang meracuni kota tersebut. Pengaruh tersebut berjalan sangat cepat dan menyangkut berbagai bidang kehidupan. Tentu saja pengaruh tersebut akan menghasilkan dampak yang sangat luas pada sistem kebudayaan masyarakat. Begitu cepatnya pengaruh budaya asing tersebut menyebabkan terjadinya goncangan budaya (culture shock), culture shock ini adalah suatu keadaan dimana masyarakat tidak mampu menahan berbagai pengaruh kebudayaan yang datang dari luar sehingga terjadi ketidakseimbangan dalam kehidupan serta pola hidup masyarakat yang bersangkutan yang telah dimasuki budaya asing tersebut. Adanya penyerapan unsur budaya luar yang di lakukan secara cepat dan tidak melalui suatu proses internalisasi yang mendalam dapat menyebabkan terjadinya ketimpangan antara wujud yang di tampilkan dan nilai-nilai yang menjadi landasannya atau yang biasa disebut ketimpangan budaya.
Teknologi juga merupakan hal atau asset terpenting yang
Mempengaruhi semakin pesatnya masuknya budaya asing tersebut.
Sehingga, dari yang kaya sampai yang miskin mampu mengakses semua
berita baru mengenai budaya asing.
Contohnya adalah penggunaan internet. Sekarang, terdapat banyak
sekali WARNET (Warung Internet) yang mampu mengakses internet dengan
kecepatan sampai 20 kbps ke atas dan yang paling penting adalah
harganya sangat murah dan terjangkau untuk kocek para penyuka internet
tersebut. Tak khayal, para pengguna internet semakin membajir tanpa harus
mereka memiliki layanan internet di rumahnya masing-masing. Karena, sudah
banyak layanan internet yang berbasis murah dan cepat.
Ada beberapa dampak negatif dari semakin cepatnya
penyampaian informasi dan penggunaan internet di dunia maya. Berikut ini
adalah dampak negatifnya (berdasarkan pengamatan dan analisis saya
selama 1 minggu):
- Bertambahnya tingkat kemalasan para pengguna internet yang khususnya berasal dari kalangan pelajar. Yang menyebabkan mereka dapat menghabiskan waktu berjam-jam di warnet dan melupakan waktu belajar mereka, apalagi soal PR.
- Kecanduan dan ketagihan adalah permasalahan selanjutnya. Mereka akan menjadi orang yang addicted akan internet. Biasanya situs-situs yang sering dibuka adalah situs jejaring sosial, seperti : Facebook, Twitter, Heello, Skype, dan sebagainya.
- Biasanya para pelajar yang masih mencari jati dari alias labil ini sering membuka situs-situs porno yang ditawarkan oleh kemudahan berinternet tersebut. Apalagi bila Warnet tersebut tidak memblock situs-situs yang dilarang pemerintah seperti porn sites, crime sites, dan sebagainya, maka bertambah liarlah para pelajar dan pengguna lainnya. Tetapi yang dikhawatirkan adalah apabila situs seerti ini dilihat oleh anak kecil. Bisa bayangkan? Apa dampak buruk yang akan terjadi di kemudian hari dari kemudahan berinternet sebagai media masuknya budaya asing di Indonesia bukan?
- Dampak lain dari adanya internet yaitu pemborosan para penggunanya. Mereka akan berusaha mati-matian untuk bisa berinternet meskipun keuangan sedang menipis. Bila tidak ada uang untuk ke warnet, maka handphone adalah jalan alternatifnya. Mereka akan membuka situs-situs tersebut, terutama situs jejaring sosial dan situs porno lewat handphone. Selain lebih irit, juga lebih bersifat pribadi.
Untuk lebih memperkuat laporan hasil pengamatan saya tersebut, ini adalah bukti fisik yang saya ambil dari salah seorang pelajar kelas 6 SD yang sedang asyik bermain situs jejaring sosial Facebook :

Dari contoh-contoh dampak negatif penggunaan internet di atas, kita
sebagai seorang pelajar yang biasanya menjadi konteks pembicaraan para
pemuka masyarakat, seharusnya bisa berfkir lebih jernih dan merubah
mindset kita yang seharusnya bisa lebih produktif untuk mengubah negeri ini.
Pengaruh budaya asing tersebut dapat merubah karakter sosial dan
budaya dari lingkungan sosial serta merubah jati diri bangsa ini.
Namun, jangan salah. Pengaruh budaya asing di Indonesia tidak
hanya membawa dampak negatif semat. Pengaruh budaya asing di
Indonesia juga membawa dampak yang positif untuk kemajuan bangsa
Indonesia serta agar kita tidak ketinggalan zaman serta dapat menguasai
teknologi sebagai salah satu syarat mutlak di era globalisasi ini.
Berikut ini adalah dampak positif dan negatif dari pengaruh budaya asing tersebut :
Modernisasi yang terjadi di Indonesia yaitu pembangunan yang terus
berkembang di Indonesia dapat merubah perekonomian indonesia dan
mencapai tatanan kehidupan bermasyarakat yang adil, maju, dan makmur.
Hal tersebut diharapkan akan mewujudkan kehidupan masyarakat yang
sejahtera baik batin, jasmani dan rohani.
pergaulan dan yang lainnya sering menimbulkan berbagai masalah sosial, diantaranya : kesenjangan sosial ekonomi, kerusakan lingkungan hidup, kriminalitas, dan kenakalan remaja.
a) Kesenjangan Sosial Ekonomi
Kesenjangan sosial ekonomi adalah suatu keadaan yang tidak seimbang di bidang sosial dan ekonomi dalam kehidupan masyarakat. Artinya ada jurang pemisah yang lebar antara si kaya dan si miskin, akibat tidak meratanya pembangunan. Hal ini sering kita lihat di berbagai kota besar di Indonesia, bukan hanya di Jakarta saja. Namun, karena Jakarta merupakan pusat mode serta pusat pembangunan dan sarat akan dunia malam yang glamour di Indonesia, maka Jakarta lah yang aling ter ekspose akan permasalahan pengaruh budaya asing di Indonesa. Berdasarkan pengamatan saya, kesenjangan ekonomi di Jakarta sudahlah amat sangat parah. Terlebih segala bentuk korupsi sudah carut marut menjadi satu di sini. Hal ini sudahlah menjadi konsumsi umum public akan adanya kesenjangan ekonomi. Malahan, ada kalimat dalam lagu dangdut besutan Roma Irama yang makin memperjelas kesenjangan ekonomi di Jakarta, yaitu : “Yang kaya makin kaya, yang miskin makin miskin”. Terkadang, seharunya para pemerintah harus bersifat respect dan lebih down to earth ke masyarakat. Lagu pun bisa menjadi salah satu media tempat pembuangan kekesalan terhadap pemerintah. Dan, ini adalah hal terpenting yang harus cepat ditanggapi oleh pemerintah, yaitu apabila jurang pemisah ini tidak segera ditanggulangi dan menimbulkan kecemburuan masyarakat sosial yang dapat menyebabkan keresahan dalam masyarakat. Kesenjangan sosial itu sendiri akan mengakibatkan hal- hal berikut ini:
• Lahirnya kelompok-kelompok sosial tertentu seperti adanya pengamen yang banyak berkeliaran di jalanan yang menyebabkan masyarakat terganggu dan keberadaan pengamen tersebut sering menimbulkan masalah yang dapat meresahkan masyarakat sekitar. Karena terkadang para pengamen-pengamen tersebut memaksa agar kita memberinya uang dalam jumlah yang besar. Dan saya pernah merasakan pemaksaan itu, dimana pengamen tersebut marah ketika saya tidak memberinya uang dan ketika saya terpaksa memberinya uang, dia menginginkan uang dalam jumlah yang lumayan banyak.
- Di samping itu juga terdapat kelompok pengangguran yang semakin hari semakin meningkat jumlahnya dan jika tidak dtanggulangi secara cepat maka akan menimbulkan kasus atau kriminalitas. Karena keadaan ekonomi yang semakin memburuk tersebut, maka bertambahlah kesenjangan sosial di ibukota. Dan ini adalah salah satu potret negeri dari adanya pengaruh budaya asing di Indonesia yang sarat akan kekerasan dan kriminalitas.

b) Kerusakan Lingkungan Hidup
Pencemaran yang terjadi di lingkungan masyarakat menimbulkan dampak sebagai berikut:
- Polusi udara, menyebabkan sesak nafas,mata pedih, dan pandangan mata kabur.
Mengapa dikatakan demikian? Sebab, pengaruh budaya asing di Indonesia salah satunya yaitu penggunaan kendaraan bermotor yang berlebihan. Sehingga tingkat polusi yang ada di Jakarta semakin meningkat. Inilah yang menyebabkan udara di Jakarta amat sangat buruk untuk kesehatan. Dari hal ini kita dapat tahu bahwa para penduduk Jakarta amat sangat KONSUMTIF.
• Polusi tanah, menyebabkan lahan pertanian menjadi rusak.
Hal ini karena, lahan pertanian sudah tidak ada lagi di Jakarta. Apa yang menyebabkan itu terjadi? Karena pembangunan infrastruktur dan gedung-gedung pencakar langit yang amat sangat banyaklah faktor utamanya. Denagan demikian, tergencitlah posisi pertanian yang seharusnya ada di Jakarta.
• Polusi air, menyebabkan air tidak bersih dan tidak sehat isi.
Hal ini karena semakin cepatnya pembangunan gedung- gedung bertingkat yang sama sekali mengabaikan tingkat air tanah yang harusnya masih bisa disediakan secara luas di Jakarta. Tapi karena sudah teraspalisasi oleh pembangunan gedung- gedung tersebut demi kepentingan orang yang bermodal besar.
c) Masalah Kriminalitas
Kriminalitas merupakan salah satu perbuatan yang melanggar hukum yang bersifat kejahatan dan amat sangat meresahkan bagi masyarakat setempat yang tidak memiliki kuasa seperti orang tua. Kriminalitas yang sering tejadi di daerah metropolitan seperti Jakarta (berdasarkan pengamatan saya selama 1 minggu) yaitu, korupsi, pencurian, perkelahian, pembunuhan, pemerkosaan dan lainnya. Kriminalitas (perilaku jahat) ini hadir dan tercipta dari adanya masalah klasik mengenai ekonomi. Sehingga, terjadilah hal yang seharusnya dapat diatasi apabila budaya asing dapat di filterisasi terlebih dahulu. Kriminalitas ini biasanya terjadi di daerah pasar serta tempat yang agak sepi agar para pelaku kriminalitas dengan mudah melakukan kejahatan terhadap korbannya.
d) Kenakalan Remaja
Kenakalan remaja yakni penyimpangan perilaku yang dilakukan generasi muda (sekelompok remaja) yang tidak mengerti dan tidak bisa menyaring makna dari kemajuan teknologi dan globalisasi. Contoh real dari kenakalan remaja yaitu tawuran, perusakan barang milik masyarakat, penyimpangan seksual, dan penyalahgunaan narkotika serta obat-obatan terlarang (NARKOBA). Kenakalan remaja yang terjadi di Jakarta ini sebenarnya hanalah sebuah pertunjukkan atau pembuktian eksistensi remaja yang sebenarnya masih ingin mencari jati dirinya sendiri. Karena mereka belum bisa mengimbangi antara hasrat, emosi serta akal sehat mereka. Hal inilah yang menyebabkan mereka lebih mudah terkontaminasi oleh pengaruh budaya luar yang negatif.
Kenakalan remaja tersebut dapat disebabkan oleh 2 faktor, yaitu faktor eksternal dan internal.
- Faktor internal
Faktor internal ini biasanya berasal dari remaja atau keadaan pribadi remaja itu sendiri. Misalnya, pembawaan sikap negatif dan suka dikendalikan yang juga mengarah pada perbuatan nakal. Selain itu, kenakalan remaja dapat disebabkan karena adanya pemenuhan kebutuhan pokok yang tidak seimbang dengan keinginan remaja sehingga menimbulkan konflik pada dirinya dan kurang mampunya si remaja itu menyesuaikan diri dengan lingkungan.
Sehingga, dari sekian banyak permasalahan yang ia hadapi, yang membuat ia semakin pusing, maka terjadilah kenakalan tersebut. Yang pada dasarnya juga merupakan kesalahan orang tua yang kurang membimbing anaknya.
- Faktor eksternal
Faktor eksternal ini biasanya berasal dari luar diri remaja itu. Artinya, berasal dari lingkungan hidup remaja tersebut. Misalnya kehidupan keluarga, pendidikan di sekolah, pergaulan, dan media massa. Seseorangyang hidup dalam keluarga yang tidak harmonis cenderung akan mempunyai perilaku yang kurang baik dan menyimpang dari norma dan nilai yang berada pada masyarakat. Misalnya seorang anak yang sering melihat orang tuanya bertengkar dapat melarikan diri pada obat-obatan karena ia idak tahan melihat pertengkaran orang tuanya.
- Contoh kenakalan remaja yang sering terjadi di Jakarta yaitu :
- pelajar yang merokok pada usia dini. Baik perempuan apalagi laki-laki. Pada foto ini, adalah anak perempuan SMP yang merokok sehabis pulang sekolah.
- Perilaku seksual yang menyimpang alias menyukai sesame jenis, seperti LESBIAN dan HOMO. Ini merupakan penyakit yang terbawa oleh pengaruh budaya asing.
*gambar ini merupakan potret penyimpangan perilaku seks yaitu lesbian
*gambar ini merupakan potret penyimpangan perilaku seks yaitu homo seksual.
- Ber DUGEM (Dunia Gemerlap) yang biasanya dilakukan pada malam hari. Sering terjadi kenakalan yang diambang batas pada kegiatan ini. Yakni striptease alias bergoyang tanpa busana atau setengah busana di atas meja, dan penggunaan alkohol melebihi batas normal.
*gambar ini merupakan potret seorang remaja wanita yang sedang striptease di klub malam.
*gambar ini adalah potret penggunaan alkohol yang seharusnya tidak perlu dilakukan. Karena ini budaya orang asing.
- III. PENUTUP
Pada dasarnya pengaruh budaya sing perlu untuk kemajuan perubahan mindset negara kita Indonesia terutama di Jakarta. Tapi ada baiknya apabila kita mem-filterisasi segala sesuatunya terlebih dahulu. Karena perubahan itu membawa dampak baik dan buruk. Sehingga dengan begitu kita tetap dapat ikut tren globalisasi tapi tidak KEBLINGER.